Ada satu pesona yang masih menari di mataku
Saat satu rasa tak kunjung padam di qalbuku
Pada tepi garis hati yang tergores namamu
Ilusi memaksaku untuk hadirkan bayanganmu
Inginnya hatiku melupakannya
Namun ia selalu saja terbayang di mata
Mengurungku dalam gulita pilu
Di penghujung senja berteman jingga
Hati ini tak jua bisa terbagi
Utuh selamanya teruntuk pujaan hati
Walau nyatanya aku tanpamu lagi
Tapi cinta yang tertinggal disini
Abadi di dalam sanubari
Meski mungkin cintamu hanya mimpi belaka
No comments:
Post a Comment